Selasa, 07 Oktober 2014

HARI - HARI YANG BERKAITAN DENGAN LINGKUNGAN HIDUP

Berikut ini saya postingkan tentang hari - hari yang berkaitan dengan lingkungan hidup

Daftar Hari Perayaan Lingkungan Hidup Sedunia (Tingkat Internasional)

Berikut merupakan daftar hari perayaan (peringatan) lingkungan hidup yang dirayakan di tingkat internasional (sedunia) :

  • 01 Januari yaitu Hari Dharma Samudera
  • 02 Februari yaitu Hari Lahan Basah Sedunia (World Wetlands Day)
  • 20 Maret yaitu Hari Kehutanan Sedunia
  • 22 Maret yaitu Hari Air Sedunia (UN World Day for Water)
  • 23 Maret yaitu Hari Meteorologi Sedunia
  • 27 Maret yaitu Hari Pelangi sedunia
  • 22 April yaitu Hari Bumi (Earth Day)
  • Jumat terakhir di bulan April yaitu Hari Penanaman Pohon (Arbor Day)
  • 03 Mei yaitu Hari Burung Migratori Internasional (International Migratory Bird Day)
  • 22 Mei yaitu Hari Biodiversitas Dunia (International Day for Biological Diversity atau World Biodiversity Day)
  • Jumat Ketiga di bulan Mei yaitu Hari Bersepeda Ke Kantor (Bike-to-Work Day)
  • 31 Mei yaitu Hari Anti Tembakau Internasional 
  • 05 Juni yaitu Hari Lingkungan Hidup Sedunia PBB (UN World Environment Day)
  • 17 Juni yaitu Hari Melawan Penggunaan Lahan (Desertifikasi) dan Kekeringan Dunia PBB (UN World Day to Combat Desertification and Drought)
  • 11 Juli yaitu Hari Populasi Dunia PBB (UN World Population Day)
  • 16 September yaitu Hari Peringatan Sedunia Untuk Mempertahankan Lapisan Ozon (International Day for the Preservation of the Ozone Layer)
  • 20 September yaitu Hari Emisi Nol (Zero Emissions Day)
  • 22 September yaitu Hari Bebas Kendaraan Bermotor Sedunia (Car Free Day)
  • Senin pertama di bulan Oktober yaitu Hari Habitat Dunia PBB (UN World Habitat Day)
  • Rabu Kedua di bulan Oktober yaitu Hari Peringatan Pengurangan Bencana Alam Dunia (International Day for Natural Disaster Reduction)
  • 06 Oktober yaitu Hari Habitat Sedunia
  • 06 November yaitu Hari Peringatan Sedunia untuk Mencegah Eksploitasi Lingkungan dalam Perang dan Konflik Bersenjata (International Day for Preventing the Exploitation of the Environment in War and Armed Conflict)
  • 21 November yaitu Hari Poho Sedunia
  • 02 Desember yaitu Hari Konservasi Ikan Paus
  • 11 Desember yaitu Hari Gunung Sedunia (International Mountain Day
  • 29 Desember yaitu Hari Keanekaragaman Hayati

Daftar Hari Perayaan Lingkungan Hidup Indonesia (Tingkat Nasional)

Berikut merupakan daftar hari perayaan (peringatan) lingkungan hidup yang dirayakan di tingkat nasional (di Indonesia) :

  • 10 Januari yaitu Hari Sejuta Pohon
  • 15 Januari yaitu Hari Peringatan Laut dan Samudera Nasional
  • 21 Maret Pukul 10.00 – 14.00 yaitu merupakan gerakan moral dari berbagai LSM Lingkungan Hidup (World Silent Day)
  • 05 November yaitu Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

Mungkin masih ada yang terlewat atau yang kurang tepat dari daftar hari perayaan (peringatan) lingkungan hidup baik di tingkat internasional maupun nasional. Untuk itu, sobat-sobat bisa menambahkannya dalam komentar di bawah artikel, tentunya demi kelengkapan daftar hari perayaan (peringatan) lingkungan hidup ini.

Referensi: http://www.unac.org/en/news_events/un_days/index.asp;

Senin, 23 September 2013

DONOR DARAH WAKASPALA STP SAHID 2013


" We Care We Share Our Blood "

Pada hari Selasa, 03 September 2013 berlokasi di gedung auditorium STP Sahid, organisasi pecinta alam Wakaspala sukses menyelenggarakan kegiatan sosial donor darah seperti tahun-tahun sebelumnya. Dengan mengusung tema We Care We Share Our Blood, Wakaspala memiliki visi untuk meningkatkan kepedulian  antarsesama melalui kegiatan donor darah yang dihadiri dari berbagai kalangan ini, baik di lingkungan internal STP Sahid, masyarakat sekitar maupun antar universitas/sekolah tinggi.
Pada pelaksanaan kegiatan donor darah tahun ini, kantong darah yang tekumpul sebanyak 71 kantong. Harapan kami di masa yang akan datang akan lebih banyak kegiatan sosial yang dapat diselenggarakan oleh organisasi Wakaspala sebagai perwujudan dari motto organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1996 ini, yaitu Persatuan dan Persaudaraan adalah Jiwa Kami.



Viva Lestari ,
Wakaspala

Kamis, 20 Juni 2013

JENIS-JENIS PENDAKIAN / PERJALANAN


Olah raga mendaki gunung sebenarnya mempunyai tingkat dan kualifikasinya. Seperti yang sering kita kenal dengan istilah mountaineering atau istilah serupa lainnya.
Menurut bentuk dan jenis medan yang dihadapi, mountaineering dapat dibagi sebagai berikut :

1. Hill Walking / Feel Walking
Perjalanan mendaki bukit-bukit yang relatif landai. Tidak membutuhkan peralatan teknis pendakian. Perjalanan ini dapat memakan waktu sampai beberapa hari. Contohnya perjalanan ke Gunung Gede atau Ceremai.

2. Scarmbling
Pendakian setahap demi setahap pada suatu permukaan yang tidak begitu terjal. Tangan kadang-kadang dipergunakan hanya untuk keseimbangan. Contohnya : pendakian di sekitar puncak Gunung Gede Jalur Cibodas.

3. Climbing
Dikenal sebagai suatu perjalanan pendek, yang umumnya tidak memakan waktu lebih dari 1 hari,hanya rekreasi ataupun beberapa pendakian gunung yang praktis. Kegiatan pendakian yang membutuhkan penguasaan teknik mendaki dan penguasaan pemakaian peralatan. Bentuk climbing ada 2 amcam. :

a. Rock Climbing
- pendakian pada tebing-tebing batau atau dinding karang. Jenis pendakian ini yang umumnya ada di daerah tropis.
b. Snow and Ice Climbing
- Pendakian pada es dan salju. Pada pendakian ini, peralatan-peralatan khusus sangat diperlukan, seperti ice axe, ice screw, crampton, dll.


admin,.

Selasa, 18 Juni 2013

Konservasi Alam



"Pecinta Alam identik dengan pelestarian alam, tapi nyatanya? justru bertolak belakang...!!!"
Salam Lestari ....
Saat ini keberadaan klub Pecinta alam tumbuh subur di bumi pertiwi ini, seperti jamur dimusim hujan. Dengan kondisi alam yang begitu mendukung kegiatan tersebut. Sebuah usaha positif dalam menyalurkan kegiatan tersebut. Namun terbersit ke khawatiran dengan banyaknya klub/kelompok pecinta alam tersebut. Apalagi bila kehadiran klub-klub ini tidak diiringi misi dan visi yang jelas dalam organisasinya. Lihat saja gunung-gunung di Indonesia, contohnya Gede-Pangrango. Begitu kotor dan penuh dengan sampah...!
Mereka yang menamakan dirinya pecinta alam seharusnya menjadi ujung tombak dalam pelestarian alam ini bukan justru sebaliknya.
Makna pecinta alam dewasa ini sudah jauh dari makna yang sebenarnya.
Pecinta Alam bukanlah mereka yang yang telah menggapai atap-atap dunia, bukan mereka yang berhasil melakukan expedisi yang berbahaya, bukan pula mereka yang ahli dalam mendaki. Tapi mereka adalah orang-orang yang mau menjaga kebersihan lingkungan dimana mereka berada.
Sudah banyak manusia-manusia yang telah menggapai atap-atap dunia, tapi hanya segelintir orang yang benar-benar sebagai pecinta alam.

JADIKAN WAKASPALA MENJADI SALAH SATU CIVITAS PENCINTA ALAM YANG TETAP DAN PASTI PEDULI DENGAN ALAM ..
Salam Rimba………!!! LESTARI......

Bahaya di Pegunungan


Bahaya di pegunungan dibedakan menjadi :

a. Bahaya subyektif, disebabkan oleh orang yang mendaki gunung sendiri.
b. Bahaya obyektif, disebabkan oleh gunung atau lapangan/alam itu sendiri.

Dalam praktek tidak mungkin mengadakan perbedaan eksas (pasti), karena banyak terjadi bahaya yang obyektif dibandingkan dengan bahaya subyektif, apabila orang melakukan kesalahan dan tidak ingat akan bahaya tersebut.
bahaya-bahaya yang obyektif seperti :
1. Kejatuhan batu
2. daerah-daerah yang berbahaya
3. petir
4. kabut
5. udara yang mendadak menjadi buruk

Maka dia akan dapat menghindari (tidak tentu) bahaya-bahaya tersebut.
Barangsiapa pada waktu akan terjadi bahaya, dengan cepat dan dengan cara yang benar menghindarkan diri dari bahaya-bahaya tersebut, ada harapan untuk hidup lama di pegunungan.

Bahaya-bahaya yang subyektif seperti :
1. keadaan atau lemah badan dari orang yang akan mendaki
2. pengetahuan dan pengalaman yang kurang merupakan unsur-unsur yang lebih rumit.

Dorongan hati untuk pegang peranan dan penyakit ingin dihormati oleh sesama orang, untuk menggantikan prestasi orang lain, membuat orang menjadi buta dan akan memiliki nasib yang tidak baik dipegunungan. Orang yang menderita tekanan jiwa, tidak boleh mendaki gunung. Perjalanan ke gunung yang sunyi dapat menimbulkan keajaiban.

a. Batu yang jatuh dari gunung, merupakan ancaman bahaya besar.

Hembusan angin yang kuat, hujan angin, menyebabkan batu-batu tersebut berjatuhan. Juga orang dan binatang, dapat menyebabkan batu-batu berjatuhan.
Pada masa sekarang ini dimana banyak perjalanan dilakukan di pegunungan, batu-batu yang berjatuhan, disebabkan oleh pendaki gunung yang kurang hati-hati, merupakan salah satu bahaya yang terpenting di pegunungan.
Pada batu karang yang banyak mengandung batu-batu lepas, merupakan bahaya yang lebih besar dari pada batu karang yang mengandung batu-batu tetap. Puing-puing yang banyak pada batu karang dan parit-parit yang sempit serta dalam, merupakan saksi dari batu-batu yang jatuh. Karena batu-batu yang jatuh itu disebabkan oleh belahan, parit-parit yang sempit dan dalam di tempat-tempat dan dalam di tempat-tempat tertentu, maka di tempat tersebut terjadilah bahaya yang lebih besar.

b. Apa yang kita lakukan jika ada petir?

Tempat-tempat khusus yang berbahaya bagi petir adalah :
 1. Tempat-tempat yang menonjol sperti :
  • Puncak
  • salib pada gunung
  •  batu karang yang menonjol
  • pohon-pohonan
  • sungai-sungai
  • Batu karang pada umumnya lebih berbahaya daripada salju. Pada cuaca buruk, segera tinggalkan tempat-tempat tersebut.

      2.      Segi tiga pada batu karang.

Perlindungan yang terbaik dari sambaran petir ialah : mengurungkan untuk berjalan atau lebih awal pulang.
Solusi jika terjadi petir pada saat melakukan perjalanan di gunung :
Cuaca buruk jarang datang pada siang hari atau pada pagi hari.
Pada waktu ada petir :
-     Segera jongkok
-    Duduk di atas tanah atau duduk diatas ransel atau tali yang sedang digulungkan dan menunggu sampai petir hilang.
-     Jangan sekali-kali bersembunyi dalam gua, imbang/bersender pada dinding.
Tempat-tempat itu sangat berbahaya, karena tanah yang meledak dan emosi. Kran air, kawat baja dan kawat berduri jangan sampai di sambar petir. Meskipun itu tidak secara langsung menarik logam, tetapi mengalirkan listrik (penghantar yang baik).

c. K a b u t

Kabut menimbulkan persoalan pada waktu kita mencari keterangan tentang tempat yang akan kita datangi. Kita harus membawa peta, kompas, meteran untuk mengukur tekanan udara. Pada waktu ada kabut tebal, kita harus percaya pada alat-alat kita itu.

d. Udara mendadak menjadi buruk

Keadaan udara yang mendadak menjadi buruk di pegunungan, harus mendapat perhatian yang serius. Pada perjalanan yang berat, kita mengambil resiko (kesempatan yang berbahaya) tentang udara yang mendadak menjadi buruk. Untuk perjalanan semacam itu, sebaiknya, menunggu cuaca yang baik.
Menunggu yang sabar, pada waktu pulang, keberanian, kewaspadaan dan perasaan bertanggung jawab, merupakan syarat bagi pendaki gunung.
Tanpa pertimbangan, begitu saja melakukan perjalanan, tidak lain hanya merupakan kebodohan saja. Barang siapa tidak mengenal bahaya, akan mejadi berani.

Cari Blog Ini